BREAKING NEWS
Loading...

Memahami Alur Proses Produksi Multimedia


A.    Pengertian

Secara bahasa. Alur proses produksi multimedia dapat diartikan sebagai suatu urutan proses melalui tahapan yang harus dilakukan. Hal ini bertujuan menciptakan hasil produk multimedia dengan kualitas bagus. Tahapan ini harus diketahui, dipelajari, dan dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam produksi multimedia tersebut.

Setiap tahapan akan berjalan secara otomatis sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Jika ada suatu tahapan yang tidak dilakuakan, dengan sendirinya akan terjadi kesalahan, yang akan mempengaruhi proses pada tahapan selanjutnya. Suatu kesalahan akan menguras waktu, tenaga dan biaya yang sangat besar untuk memperbaikinya.

 

B.     Tahapan Alur Proses Produksi Multimedia

Setiap kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan hasil dari sebuah proses produksi tentu harus melelui tahapan. Tahapan tersebut dengan sendirinya akan menjadi sebuah alur proses yang wajib dilakukan. Tahapan yang harus dilakukan terbagi menjadi 3, yaitu…

 

 

Seluruh tahapan besar ini akan bermuara pada satu hasil produksi dalam bentuk produk visual yang dapat dinikmati oleh siapapun yang melihatnya. Produk visual sebagai hasil produksi seperti compact disc (CD), digital video disc (DVD), mini digital video (mini DV) Dvcam dan betacam.


1.      Tahap Praproduksi

Praproduksi adalah sebuah tahapan awal yang dilakukan sebelum melakukan kegiatan produksi multimedia. Pada tahapan ini, akan dilakukan beberapa hal dari mulai persiapan hingga terbitnya sebuah kontrak kerja untuk seluruh personel yang terlibat.

Tahap praproduksi biasanya dimulai dengan munculnya sebuah ide, kemudian dikembangkan sehingga menjadi sebuah sinopsis. Dari sinopsis inilah kemudian dibuat menjadi sebuah treatment atau imajinasi yang lebih luas. Untuk mengimplementasikannya dibuatlah sebuah skenario yang lebih detail dan terstruktur.

Berdasarkan skenario yang telah dibuat, proses persiapan produksi dituangkan dalam bentuk proposal dan pembuatan sampel. Proses berlanjut dengan pembuatan sketsa perancangan produk, rencana kerja, penentuan anggaran, pembentukan team kerja dan penentuan peralatan yang diperlukan. Selain itu, dalam proposal juga juga akan ditentukan maksud dan tujuan program, segmentasi program, target audiens, serta lokasi produksi.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa secara garis besar, tujuan dalam tahapan praproduksi adalah mempersiapkan segala sesuatuyang dibutuhkan agar proses produksi berjalan sesuai konsep dan menghasilkan karya visual sesuai dengan yang diinginkan. Adapun penjelasan lebih rinci dari proses yang berlangsung pada tahap praproduksi adalah sebagai berikut.


a.      Perancangan Ide

Perancangan cerita merupakan pengembangan dari sebuah pemikiran awal berupa konsep dan ide yang diimplementasikan secara tekstual melalui beberapa tahapan mulai dari perencanaan, desain pengembangan, hingga evaluasi. Seperti halnya karya cerita lainnya, perancangan cerita dalam produksi visual juga dimulai dengan cara mengidentifikasi tema dan gagasan yang dalam pengembangannya tema dan gagasan tersebut dirumuskan dalam suatu tujuan khusus berupa pesan tersirat.

Konsep, tema dan gagasan ini selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah naskah sebagai pedoman untuk melakaukan produk visual yang akan dibuat.

Secara detail, alur kerja dalam melakukan  perancangan cerita dalam tahapan besar sebuah kegiatan produksi visual ada tahap praproduksi dapat dilihat sebagai berikut.

0 komentar:

Posting Komentar