BREAKING NEWS
Loading...

Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Saat Bertemu Mantan Di Sebuah Ruangan

Wasaaap~

Setelah pengambilan Ijazah dan Transkrip nilai Sabtu 16 April kemarin, gue tegaskan untuk mulai mencari suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang gue punya, apa pun itu, yang penting halal dengan harapan bisa cepat menghalalkan kamu, siap-siap. Untuk sekarang ini, sepertinya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang kita inginkan pastinya sulit, SDM yang banyak berbanding kecil dengan lowongan pekerjaan yang bisa dibilang sedikit. 
Jadi, sukur-sukur kalau dapet kerja, walau pun pekerjaan itu sesuai dengan kemampuan kita, anggap itu bonus, da nyari kerja susah, yang mudah cuma cari masalah.

Di saat gue merasa puas dengan hasil akhir yang didapat, ada saja beberapa orang yang mematahkan kepuasan gue dengan pertanyaan ke dua yang mereka pasti tanyakan. 

Di kantin, satu bulan setelah wis udah

Di meja paling depan dekat perkiran, ada beberapa anak yang gak asing gue liat, emang gak asing, da mereka temen satu kelas. Setelah memesan kopi di tempat si teteh yang biasa gue pesen, gak enak ya dibacanya, ya pokoknya gitu. Gue pun langsung menuju tempat dimana mereka duduk dengan tugas akhir yang belum kelar.

"Wih, sarjana" salah satu temen menyambut kedatangan gue.
Bukan bangga dibilang gitu, tapi malu, gue malu karena saat itu belum juga dapet pekerjaan.

"Thai.. alhamdulillah" hehe sambung gue.

Mereka pun kembali sibuk dengan tugasnya. Selang beberapa menit, salah satu dari mereka (orang yang berbeda) ada yang tanya.

"Di, IPK lu berapa ?"

"3.3, alhamdulillah" jawab gue

"3,30 ? keren" sambung dadang. Sebut aja si dadang yang nanya tadi.

"3, 03 hehe"

Si Dadang cuma senyum setelah denger penjelasan gue, dan kembali ia melanjutkan pekerjaannya. Si teteh datang, dengan kopi yang airnya kebanyakan. 

Sabtu 16 April

Siang itu, ruangan akademik mendadak mengerikan, ada satu sosok yang per.. mantan. Ribet bener mau bilang itu. Di ruang akademik itu ada juga dia yang sama-sama lagi antre untuk mendapatkan ijazah dan transkripnya. Gue langsung berdiri di sampingnya tanpa membuat dia sadar. Hebat kan.

Si Daru, temen gue yang pertama liat perempuan itu cuma senyum-senyum di depan muka gue, sebenernya gak senyum, tapi dia ketawa, puas, sementara, gue
Maenin thai.

Laki-laki juga boleh kan curhat, tapi ke orang yang bisa ia percaya, dan si daru tempat curhat gue tentang dia. haha.

Akhirnya, kami bertatap muka, tak ada kata yang keluar, hanya senyum yang saling kita berikan. Gitu.

Kembali gue diem, dia juga diem. Gue keluarkan handphone untuk melihat jam, Dia juga mengeluarkan handphone, untuk membalas chat dari cowoknya.






Di ruangan itu, ada juga temen gue sewaktu KKM dulu, kita ngobrol ngalor-ngidul sambil nunggu antrian yang gak terlalu banyak yang antri. Bla bla bla setelah ngobrol panjang lebar, dia tanya.

"IPK lu berapa, di ?

"3,3" Jawab gue

"3,30 ? wih, besar"

"3,03"

*hening*


Ya, selalu pertanyaan kedua yang membuat gue minder dengan IPK yang gue dapat. 
Padahal, punya IPK tinggi juga belum memungkinkan kita untuk segera mendapat pekerjaan! Apalagi IPKnya kecil hehe.

IPK sebesar itu bukan tanpa sebab, ada beberapa nilai C yang sama sekali gak gue perbaiki, jumlahnya cukup membanggakan, 12.

Padahal, ada waktu untuk perbaikan dengan mengikuti SP, dengan 50Rb/Sks. Dari 12 MK dengan nilai C, Jumlah SKSnya ada 34. 34 x 50Rb = Segitu. Sedangkan gue mempunyai 2 adik yang masih duduk di bangku sekolah, yang pastinya masih membutuhkan biaya untuk kedepannya. Makanya, gue urungkan niat memperbaiki nilai.

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan ketika tak sengaja melihat mantan sedang berada di tempat yang akan kita datangi.

1. Tunggu di luar.

Ketika dari kejauhan kamu lihat ada si mantan dalam ruangan dan dia bikin kamu susah move-on, ada baiknya kamu tunggu di luar, luar kabupaten kalau bisa mah. Dari pada timbul lagi perasaan yang sudah susah payah kamu hilangkan dan timbul kembali karena melihat dia yang WAH, makin cantik, mending tunggu di luar. Kalaupun berani, masuk aja, kepentingan kamu jangan sampai kalah dengan perasaan kamu ke dia yang pernah ada

2. Sapa dan Tanya

Jika kepentingan kamu lebih penting daripada perasaan yang sudah susah payah kamu hilangkan, lebih baik segera masuk ke ruangan yang kamu tuju. Jika tak sengaja kamu bertatap muka, Sapa. tunjukan kalau kamu bisa move-on dari dia. Setelah menyapa, ada baiknya kalau kita bertanya.

"Gimana kabar ?"
atau
"Masih sama dia? Kapan putus ?"

Pokoknya tanya, biar kamu gentle. Kan, lebih baik kalian putus hubungannya dari pada putus tali silaturahim, apalagi putus tali BH sewaktu antre, buat perempuan~

3. Cari teman ngobrol

Kayaknya ini cara yang paling umum ketika kita menghindari. Menghindari pertanyaan dosen untuk mengisi soal di depan, kamu bisa pura-pura nulis, jangan cari teman ngobrol, malah kemungkinan besar kamu yang akan dipanggil. Gak nyambung juga, tapi, ya. Menghindari seseorang apalagi mantan, ada baiknya kita cari teman ngobrol untuk mengalihkan pandangan agar kalian tak sengaja bertatap muka. Kalau pun tidak ada teman ngobrol, kamu bisa sok kenal dengan orang lain dan ajak dia ngobrol kalau gak malu, itu supaya pandangan kamu teralihkan dari dia. 

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.

Kalian juga tau, kalau wakil rakyat sekarang sudah banyak yang melenceng dari tugas utamanya, yakni mewakili rakyat. Tidak sedikit juga dari mereka yang menyelewengkan kekuasaan hanya untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri sendiri. Yang umum sperti Korupsi, Jika berkaca kepada negri tirai bambu, seorang wakil rakyat yang menyelewengkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, maka hukum matilah harga yang sepadan. Bisa cari sendiri artikelnya tentang itu. 
Jika bicara tentang Hak Asasi Manusia, kita juga sebagai warga yang bayar pajak, tanpa terasa hak manusianya terampas oleh mereka, hak kami untuk menikmati fasilitas yang bagus seperti jalan raya, harus tertunda karena anggaran yang kurang atau apapun alasannya. Lalu, jika pengedar Obat-obatan terlarang bisa merusak masa depan anak bangsa dan hukumannya adalah mati. Apakah para perwakilan rakyat yang korupsi tidak merusak masa depan bangsa hanya dihukum beberapa tahun, itu juga belum termasuk remisi yang diberikan. 

Karena itu, sebaiknya tiap sekolah atau tempat mengenyam pendidikan harus diadakan mata pelajaran tentang kejujuran, agar bibit yang dihasilkan bukan hanya pintar tetapi jujur. Gue pikir, kejujuran lebih mahal dibanding kalian yang berniat melanjutkan study S-2 atau S-3. 

Bagus yang kursinya kosong, mungkin dia tidur di rumah.
Gue jadi yakin, yang ada disitu pasti IPKnya lebih dari 3,03

Ya, kita juga gak tahu, sesibuk dan seberat apa sih tugas mereka disana ?
Tapi, yang namanya pekerjaan, se-lelah apapun, tanggung jawab harus tetap dikedepankan. Bukan begitu bung ?

Lalu, apa hanya bermodal jujur tetapi tanpa ilmu kita bisa mewakili sesuatu ?
Menurut gue Bisa. Cari asisten yang pintar dalam hal yang dibutuhkan, kita bisa belajar dari dia, walaupun butuh waktu yang sangat lama. Kalau misalnya asisten tersebut mempunya usulan yang merugikan negara atau rakyat, tentunya bisa dengan mentah ditolak oleh wakil rakyat tersebut, sukur-sukur kalau langsung dilaporkan.

Makanya, gue punya cita-cita jadi jadi anggota Basarnas dan anggota fire fighter yang tidur karena kemanusiaan, ketimbang jadi anggota yang suka tidur waktu rapat tentang rakyat. Membanding-bandingkan emang enak.


Ya, gak perlu dijelasin lagi apa isi dari foto tersebut dibandingkan dengan foto sebelumnya. hehe


:)
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=xqEjP9TBB-A


Jadi, buat menghindari pertemuan dengan mantan, kamu gak perlu jadi anggota perwakilan rakyat dulu. Coba aja sampe nomor 3 di atas.
Keluar juga uneg-uneg gue. hehe

31 komentar: Leave Your Comments

  1. Tenang aja Erdi masa depan nggak di tentukan dengan nilai IPK ko hihihi.

    Hmm kalau seandainya ketemu sama mantan kadang aku cuma liatin doang kadang ngajak ngobrol kalau mantannya yang masih bersikap baik sih nggak menganggap seperti orang asing xD.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya emang bener sih.

      emang serba salah ya, kalau misalkan ketemu mantan mah, gue rasa gitu wid, haha

      Hapus
  2. Kok kecil y bang ipknya sama kayak punya saya 3,3
    Apakah kit jodoh? Oh jangan
    Saya masih normal
    Kok engga ada ipknya yg 9,5 gitu kan gede tuh
    .
    Jangan diluar kabupaten bang itu masih deket
    Coba dah di luar planet
    Baru berasa jauhnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyalah, gue juga masih normal nik -_-
      keluar kabupaten aja butuh bensin yang lumayan banyak, ke planet lain gue butuh berapa truk pertamina coba

      Hapus
  3. "Akhirnya, kami bertatap muka, tak ada kata yang keluar, hanya senyum yang saling kita berikan"

    Kemudian rasa yang dulu pernah ada kembali manyapa aah rasanya seperti jatuh cinta . . . . .

    Muahahahah pas moment ini pasti canggung abis ya Er ( >﹏< )
    Mau buang muka tapi Dianya didepan mata, gak diliat eh tapi sayang juga, kapan lagi bisa natap si Dia? Apalagi kalo masih nyimpen rasa . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. elah, malah ditambahin -_-
      ya tapi emang bener sih, gak diliat sayang juga haha. tapi sayang udah gak sayang, ra.

      Hapus
  4. Ini teknik bridgingnya gimana sih bang Er. pertama ngomongin IPK terus mendadak bahas Jika ketemu mantan didalem ruangan apa yang harus kita lakukan. Terus bahas wakil rakyat, dan yang terakhir bahas cita-cita jadi Basarnas. Aaaaaaaaakkkk !! Tolong !!!

    Njir, gue juga ngira kalo IPK lo 3.30 loh, ternyata....
    Yah disukurin aja bener kata bang Er, IPK gede nggak ngejamin pekerjaan mapan kok, apalagi yang kecil.
    Tapi tetep disukurin lah.
    Daripada bingung nyari kerja, mending nyiptain lapangan kerja bang. sekarang kan lagi trend berwirausaha.
    Kata Bob Sadino, Segede-gedenya penghasilan kalo anda karyawan, tetaplah anda jadi bawahan. Sekecil-kecilnya penghasilan kalo anda berwirausaha, anda tetaplah jadi bosnya.

    Terkait mantan, ya semoga aja nggak ketemu di satu ruangan. Pasti awkward banget. Dan semoga lo cepet move-on dari Mantan bang :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue sambung-sambungin aja itu ka, walaupun gak saling berhubungan hahahaha.

      ya kan, apa karena gue aja kali yang jawabnya 3,3 bukannya 3,03. mangkanya pada nyangka 3,30 :v
      bersukur itu pasti, yang belum pasti mah dapet kerja deket-deket ini apa engga, itu haha.
      serius, gue juga punya pikiran gitu ka, buat buka usaha, dan nyaring orang yang butuh sama kerjaan, tapi, ya buka usaha juga perlu modal. gue sih niatnya pengen kerja dulu, duit kumpul baru bikin usaha. mayan kan ya, semoga lah.

      Yakin, udah kejadian ini pasti gabakal ketemu-ketemu lagi sama dia, ka, itu berarti gue udah aman dari bayang-bayang mantan haha

      Hapus
  5. Ini mah fix curhat yaa.
    Gapapah, emang ketemu mantan serem banget gitu yaa. kalo bisa tunggu d luar. luar negeri, sekalian jalan-jalan.

    Hahaha, Gilaa pantes pada berebut kursi jadi DPR, tunjangan nya aja macem-macem. tunjangan komunikasi 12 juta? itu sebulan ngabisin pulsa 12 juta gimana caranya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, iya yah, malah curhat~
      sebenernya gak terlalu serem sih, yang serem cuma kenangannya, beuh haha

      iya kan, tunjangannya mantep-mantep, aplagi kerjanya tinggal tidur doang :v

      Hapus
  6. Hahahaahaa ini dari curhat IPK trus nyambung ke mantan trus nyambung ke DPR hahahaaaaa kereeen lu bang. Sa aee

    IPK nggak menjamin untuk dapat lapangan kerja bang. Sekarang mah yang diutamain kemampuan. :)) Udah mayan juga itu bang. IPK lu 3 lebih.

    Hhahahahhaaa putus tali beha pas di antrian :'D
    Aku sendiri kalo ketemu mantan biasanya cuma tegur sapa basa basi gitu doang bang. Wwkwkw

    Wowww ajegileee. Pendapatan perbulan DPR segitu. Padahal pas rapat kerjanya molor mulu.
    Bener bang, salut dengan peraturan di China. Koruptor di China diberi hukuman mati. Harusnya di Indonesia gitu juga ya. Hahahahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuma buat keliatan panjang ini potingannya lan haha mangkanya kemana-mana.
      nah setuju lan, kemampuan yang utama, IPK without skill is nothing ya haha mantep lah basa inggris gue

      ya, mangkanya harus ada sesuatu yang ditiru dari negara di luar yang bagus buat diterapkan disini, kalau cuka sekedar penjara (misalnya 10 tahun), gak ngejamin buat si tsk di penjara 10th, pastinya ada aja remisi atau apalah namanya yang menguntungkan tsk. kampret kan,

      Hapus
  7. Iya,IPK tinggi aja susah buat dapet kerja. Apalagi kalau rendah, yak, bang~~~~~

    Cie bahas mantan hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kan, harus belajar lagi nih lewat online, biar bisa saingan sama sdm lain :v
      engh~

      Hapus
  8. Cocok jadi anggota DPR bro. Lumayan... bisa buat mantan balik lagi. hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh amin--amin, tapi jangan sampe jadi anggota yang suka tidur lah, kasihan orang yang gue wakilin haha, :3

      Hapus
  9. Sejujurnya, gue agak bingung sama tulisan mantan yang nyalip itu, Er. Karena yang pengin lu sampaikan sebenernya uneg-uneg tentang betapa besarnya gaji pejabat yang nggak bertanggung jawab itu, kan? Buahaha. Gue juga ngerti gimana rasanya ada ketidakadilan dalam hal ini.

    Cari kerja susah. Tapi cari judul proposal skripsi buat mahasiswa kelas karyawan yang nganggur juga susah.

    Si anjir malah curhat. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yog, yang ke emapt emang udah gue tunggu banget buat diketik. muak juga sama berita-berita yang ada. mangkanya dikesempatan ini gue bahas sekalian hahaha :v

      nyari kerja sama nyari judul proskip sama-sama susah, belum lagi kalau dospemnya gak setuju sama judul yang kita ajukan. ini juga curhat yang bagus yog hahahaha

      Hapus
  10. Jadi ip kamu yang disebutin larva merah erd?? Alhamdyulilah 3 hahaha
    Ya sebelas duabelas ma gue la 3,24...secara fi kampus gue, nilai c ga boleh ngulang tsadessst kan peraturannya..jadi ya rantai karbon gue ga bisa diotak atik lagi #curhat

    Hahaaa..ketemu mantan itu awkward ya erd, sabar yes...tapi jangan maenin tahi...itu najis mrnding putusin beha daripada putus silaturohim, eh astagfirulloh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, yang merah itu ipk gue mbak hahahha. engh~ besaran lu mbak 3,24. c gak boleh ? kalau ditempat gue gini ( C gak apa-apa, yang gak boleh itu D nya ada 2, sama nilai E ) barus gak bisa apa-apa yang punya nilai segitu, untung gue cuma C haha.


      mending mutusin tali bh dia deh mbak, biar enak gue antrenya :v

      Hapus
  11. Laki-laki juga boleh curhat, Di. Boleeeh. Itu si Daru jadi orang kepercayaan kamu ya. Nampung curhatan kamu soal mantan yang gagal jadi mantennya kamu. Eh :(

    Semangaaaat, Di! Jangan berkecil hati ya. Memang sedih sih di Indonesia ini nilai yang diutamakan. Padahal bisa lihat dulu kan kemampuannya si empunya nilai. Nggak cuma ngelihat dari nilai aja :(

    Hahahaha. Sarannyaaaaaa! Kelihatan kalau kamu phobia mantan tapi punya cara buat mengatasinya, Di. Bahahahahahah. Apalagi yang nomor 4 tuh. Bikin aku jadi ingat sama berita tadi malam. Ada penjara mewah khusus para pengedar narkoba sama koruptor. Bangke bener! Hhhh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh kan aseeeek~ iya ca haha, pendengar setia dia, soalnya dia juga suka curhat kalau misalnya gue pancing-pancing :v

      ya kebanyakan gitu ca, mangkanya gue sekarang lebih gencar freelance, disitu mah kemampuan yang dicari, ipk sama embel-embelnya gak ngaruh.

      iya kan, sebetulnya gue juga pengen banget bahas panjang tentang no 4, karena iya, apa yang gue liat di tv itu gak enak semua, beritanya kampret-kampret, tapi takut minim pembaca, mangkanya gue sambungin sama 3 yang gak jelas diatas, etapi tetep minim yang baca hahahaha

      Hapus
  12. IP-nya kereen ..! tiga koma ...
    semoga membantu dalam meraih karir, cita2.

    ketemu mantan ? sebisa mungkin daku menghindar.
    jika kepepet misal satu lift ... yaa cooool aje, cukup bersapa simpel saja.
    "assalamu'alaikum ..." enough.

    saya hargai keinginan luhur berprofesi sbg "Fire Fighter".
    saya sangat kagum dg penanganan yg cepat dan sigap saat meyaksikan pejuang |fire fighter" melakukan tugas mulianya.

    sukses bro ..!

    BalasHapus
  13. Ini maksudnya mau nyeritain apaan, sih? hahahaha.... curhat tentang nilai apa resah abis ketemu mantan?

    Tapi kalo ketemu mantan pun emang mesti banget ya ngehindar, Er? padahal kan seru kalo ngedeketin dan main ledek-ledekan. "Cieee yang pernah jadi pacar aku"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ledek-ledekan yang berakhir tangisan yah Haw, gara-gara inget kenangan sama mantan wkwkwkw :v

      Hapus
  14. bahahahaha, random abis yak bro. mulai dari tanya-tanya IPK, tips ketemu mantan, dan uneg-uneg perihal politik. gue juga ngerasa lebih baik jadi basrnas atau fire fighter yang ketiduran, karena itu masih manusiawi banget. gaji nggak seberapa, kerja mati-matian. daripada jadi orang yang gajinya besar karena berbagai macam tunjangan, masih mau nyolong uang rakyat, masih mau tidur pula waktu sidang. astaga.

    BalasHapus
  15. Ini mau ngebahas mantan atau curhat dapet IPK 3.0030 Di?

    "Gue keluarkan handphone untuk melihat jam, Dia juga mengeluarkan handphone, untuk membalas chat dari cowoknya" Mantan aja udah punya gandengan baru lo kapan punya gandengan baru Di :v
    Inget Di "semakin berusah melupakan, semakin sulit buat move-on" :3

    BalasHapus
  16. Banyak uneg-uneg yang kamu sampaikan disini ya Er :D wkwkwk Mulai dari mantan dan keresahanmu sama anggota DPR kampret. Yaah, taulah dehya gimana

    Btw, aku kemarin ketemu mantan, aku memilih buat ngelirik dan diem-dieman aja wkwk

    BalasHapus
  17. "Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang gue punya, apa pun itu, yang penting halal dengan harapan bisa cepat menghalalkan kamu, siap-siap"

    *benerin kerudung. udah siap kok Di, jadi kapan?*

    KETEMU MANTAN? BIASA~ KE KONDANGAN SAMA MANTAN DONG BIAR CIHUY! :D

    BalasHapus
  18. Pertanyaan kapan putus itu kayak nya ngak penting banget

    BalasHapus
  19. TRADING ONLINE
    BROKER AMAN TERPERCAYA
    PENARIKAN PALING TERCEPAT
    - Min Deposit 50K
    - Bonus Deposit 10%** T&C Applied
    - Bonus Referral 1% dari hasil profit tanpa turnover

    Daftarkan diri Anda sekarang juga di www.hashtagoption.com

    BalasHapus